Berita


Berita Terbaru , @ 27/11/2020 08:03:29
Tenaga Kebersihan dan Pertamanan Dinas Perkim-LH
Informasi/Infografis , @ 26/11/2020 11:01:22
Lomba Video Pemulihan DAS
Informasi/Infografis , @ 17/11/2020 07:56:32

Polling

Bagaimanakah kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

DisperkimLH - Paradigma lama yang menganggap sampah adalah masalah sepertinya mulai saat ini sudah harus diakhiri karena jika kita memiliki niat dan kemauan yang keras ternyata sampah juga bisa menjadikan berkah. Hal ini terungkap saat kegiatan pembinaan peningkatan kemampuan aparat dalam pengelolaan sampah yang diselenggarakan Dinas Perkim-LH, Kamis (12/11). Dengan menghadirkan dua narasumber praktisi bank sampah, Dr. Bambang Suwerda Direktur Bank Sampah Gemah Ripah Bantul dan Denok Marty Astuti penggiat lingkungan dari Kampung Kitiran Solo, disampaikan bahwa sudah banyak contoh bank sampah yang bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang berharga seperti sampah jadi tabungan hari raya, sampah jadi emas bahkan di Kebumen ada bank sampah yang mengelola sampah untuk membayar pajak PBB. Lebih dari itu, adanya bank sampah ternyata juga bisa menjadi ajang silaturahmi untuk saling bertemu dan berinteraksi antar warga masyarakat dimana saat ini pemandangan seperti itu sudah menjadi barang yang langka karena sifat individualis semakin mendominasi.

Sampai saat ini permasalahan sampah masih menjadi isu yang menarik karena di saat kita sedang gencar-gencarnya berusaha mengurangi dan menangani sampah dari tingkat rumah tangga, ternyata di sisi lain data statistik menunjukkan negara Indonesia masih menjadi produsen sampah plastik terbesar nomor dua di dunia setelah China. Ditambah lagi data survey BPS tahun 2018 mengungkapkan masih ada 72 persen masyarakat Indonesia yang berperilaku tidak peduli terhadap sampah. Untuk mengatasi hal itu maka perlu dilakukan pendekatan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung seperti TPS3R dan Bank Sampah sekaligus membantu mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah.

Untuk menjangkau kaum milenial, beberapa aplikasi terkait pengelolaan sampah juga sudah banyak dibuat antara lain Gringgo (Denpasar), Sampah muda.com (Semarang), Angkuts (Pontianak), SMASH (Yogyakarta), Mulung (Jakarta) dan sebagainya.
Dengan pengelolaan sampah yang baik diharapkan akan membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan yang tidak kalah penting bisa menjadikan sampah menjadi berkah. (sek)