Berita


Berita Terbaru , @ 27/11/2020 08:03:29
Tenaga Kebersihan dan Pertamanan Dinas Perkim-LH
Informasi/Infografis , @ 26/11/2020 11:01:22
Lomba Video Pemulihan DAS
Informasi/Infografis , @ 17/11/2020 07:56:32

Polling

Bagaimanakah kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

Penilaian Sekolah Adiwiayata Menggunakan Format Baru

Berita Terbaru 24 Januari 2020 08:13:48 WIB Admin dibaca 972 kali

mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:IN;mso-bidi-language:AR-SA">DisperkimLH
- Membangun komitmen seluruh warga sekolah untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata
tidaklah mudah, karena komitmen yang harus dibangun tidak hanya di level atas
saja, tetapi harus menyeluruh hingga ke level terbawah. Sebut saja kepala
sekolah, dewan guru, staf tata usaha, penjaga sekolah, para siswa dan juga
ibu-ibu pengelola kantin semuanya harus ikut terlibat langsung dan mendukung
upaya tersebut. Namun dengan keluarnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Nomor P. 52/MenLHK/Setjen/KUM.I/9/2019 tgl 27 Sept 2019 tentang
Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), sistem
penilaian sekolah Adiwiyata mengalami perubahan, yang semula dengan sistem
penilaian dan verifikasi saat ini dengan sistem pemantauan dan evaluasi dari
Gerakan PBLHS itu sendiri.

mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:IN;mso-bidi-language:AR-SA">Gerakan PBLHS ini adalah aksi kolektif secara sadar,
sukarela, berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam
menerapkan perilaku ramah lingkungan. Gerakan ini ditandai dengan sikap dan
tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup.
Kegiatan dari gerakan PBLHS ini meliputi Perencanaan, Pelaksanaan serta
Pemantauan dan Evaluasi. Materi ini disampaikan saat rapat koordinasi persiapan
menuju penilaian sekolah adiwiyata (PBLHS) tingkat Provinsi Jawa Tengah yang
dilaksanakan di Dinas Perkim-LH, Jumat (24/1).

mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:IN;mso-bidi-language:AR-SA">Rakor yang diikuti para Kepala
Sekolah dan Pengawas dari tingkat SD hingga SLTA ini tidak hanya sampai disini
saja, namun akan ditindaklanjuti dengan pendampingan melalui Klinik PBLHS yang
akan dibentuk oleh Dinas Perkim-LH sebagai wadah konsultasi terkait persiapan
menuju penilaian Sekolah PBLHS tingkat Provinsi Jateng tahun 2020.

mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:IN;mso-bidi-language:AR-SA">Semoga
dengan persiapan matang dan keseriusan sekolah dalam menghadapi penilaian
PBLHS, di tahun 2020 sekolah yang lolos PBLHS provinsi semakin meningkat dimana
di tahun 2019 ada tujuh sekolah di Kebumen yang mendapat predikat sekolah
adiwiyata tingkat Provinsi Jateng. (sek/hj)






DisperkimLH
- Membangun komitmen seluruh warga sekolah untuk mewujudkan sekolah
Adiwiyata tidaklah mudah, karena komitmen yang harus dibangun tidak
hanya di level atas saja, tetapi harus menyeluruh hingga ke level
terbawah. Sebut saja kepala sekolah, dewan guru, staf tata usaha,
penjaga sekolah, para siswa dan juga ibu-ibu pengelola kantin semuanya
harus ikut terlibat langsung dan mendukung upaya tersebut.

Namun dengan keluarnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Nomor P. 52/MenLHK/Setjen/KUM.I/9/2019 tgl 27 Sept 2019 tentang Gerakan
Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), sistem
penilaian sekolah Adiwiyata mengalami perubahan, yang semula dengan
sistem penilaian dan verifikasi saat ini dengan sistem pemantauan dan
evaluasi dari Gerakan PBLHS itu sendiri.

Gerakan PBLHS ini adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela,
berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam
menerapkan perilaku ramah lingkungan. Gerakan ini ditandai dengan sikap
dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi
lingkungan hidup. Kegiatan dari gerakan PBLHS ini meliputi Perencanaan,
Pelaksanaan serta Pemantauan dan Evaluasi.

Materi ini disampaikan saat rapat koordinasi persiapan menuju penilaian
sekolah adiwiyata (PBLHS) tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan
di Dinas Perkim-LH, Jumat (24/1). Rakor yang diikuti para Kepala
Sekolah dan Pengawas dari tingkat SD hingga SLTA ini tidak hanya sampai
disini saja, namun akan ditindaklanjuti dengan pendampingan melalui
Klinik PBLHS yang akan dibentuk oleh Dinas Perkim-LH sebagai wadah
konsultasi terkait persiapan menuju penilaian Sekolah PBLHS tingkat
Provinsi Jateng tahun 2020.

Semoga dengan persiapan matang dan keseriusan sekolah dalam menghadapi
penilaian PBLHS, di tahun 2020 sekolah yang lolos PBLHS provinsi semakin
meningkat dimana di tahun 2019 ada tujuh sekolah di Kebumen yang
mendapat predikat sekolah adiwiyata tingkat Provinsi Jateng. (sek/hj)

Sumber : https://disperkimlh.kebumenkab.go.id/index.php/webmin_news/form